02 Mentoring IMF: Artikel: Meningkatkan Profit dengan Marketing Funnel 1

Tingkatkan Profit Bisnis Anda 2x, 3x, bahkan 4x Lipat dengan Digital Funnel

Dari Tantan Hilyatana di Bandung, Agustus 2019.

Teknologi berubah begitu cepat, sampai-sampai kita kewalahan untuk mengikutinya. Adwords berubah menjadi Google Ads, tampilan nya pun berubah plus segudang perubahan algoritma dan peraturan baru.

Begitu pula dengan algoritma SEO, selalu berubah dari waktu ke waktu… Bahkan Facebook lebih parah lagi, sangat sering dan cepat melakukan perubahan. Yang mana jika kita terlalu sibuk dan terus-menerus mengikuti perubahan hal-hal teknis, maka akan bikin stress dan kewalahan.

Belum lagi biaya marketing yang makin hari makin mahal, cara lama sudah tidak menguntungkan lagi, kompetitor baru bermunculan dimana-mana, dan masih banyak lagi.

Itulah sedikit contoh perubahan yang terjadi pada Digital Marketing…

Perubahan yang terjadi begitu CEPAT.

Sampai akhirnya saya menyadari bahwa ada satu hal yang membuat sebuah bisnis tidak akan galau dan bahkan semakin kuat dengan adanya perubahan, yaitu FUNNEL…

02 Mentoring IMF: Artikel: Meningkatkan Profit dengan Marketing Funnel 2

Ternyata, funnel lebih penting dari yang Anda pikirkan selama ini tentang funnel.

Bahkan perubahan – yang niscaya dan pasti terjadi – akan menjadi sebuah peluang baru dan kesempatan emas untuk tumbuh berkembang dengan pesat.

Perubahan adalah peluang baru dan kesempatan emas.

Perubahan adalah anugerah, peluang baru, potensi baru, kesempatan emas… Yang jika kita bisa beradaptasi, maka kita akan menjadi pemenang, bukan pecundang.

Funnel adalah seperti “toolkit box” (kotak alat tukang) yang berisikan peralatan lengkap. Jika Anda ingin menancapkan paku, Anda tinggal gunakan palu. Ingin memotong kayu, Anda gunakan gergaji. Inging memotong amplas, Anda gunakan gunting, dan seterusnya.

02 Mentoring IMF: Artikel: Meningkatkan Profit dengan Marketing Funnel 3

Apa yang terjadi jika Anda tidak memiliki “toolkit box” dengan peralatan lengkap? Galau dan stress!

Apa yang terjadi jika Anda menggunakan alat yang salah –  tidak menggunakan palu untuk menancapkan paku, malah menggunakan gergaji? Galau dan stress!

Apa yang terjadi jika Anda tidak tahu harus menggunakan alat apa untuk menancapkan paku? Galau dan stress!

Seperti itulah ilustrasi tentang Funnel yang bisa saya sampaikan…

Dan artikel ini saya persembahkan untuk teman-temanku yang sedang dan akan menjalankan Digital Marketing. Pelajari, pahami, dan praktekkan isi artikel ini, maka apa yang saya share disini akan…

…sangat membantu untuk meningkatkan profit bisnis Anda.

Saya ingin sedikit singgung tentang fenomena Go Online, yang mana hal ini sangat relevan dengan perubahan.

Jaman sekarang adalah jaman-nya online dan digital. Sebuah bisnis bisa tumbuh pesat karena memanfaatkan Digital Marketing, dan sebaliknya bisnis akan gulung tikar karena tidak memanfaatkan Digital Marketing.

Mungkin Anda sering mendengar, membaca berita, atau bahkan menyaksikan secara langsung, banyak sekali bisnis dan toko offline yang tutup karena tergerus oleh online.

02 Mentoring IMF: Artikel: Meningkatkan Profit dengan Marketing Funnel 4

Sedangkan prilaku orang-orang (calon customer) jaman sekarang adalah lebih senang dengan aktivitas yang instan dan cepat melalui media digital; handphone, laptop, tablet, dan sejenisnya.

Prilaku customer telah berubah dari offline ke ONLINE.

Dan selayaknya lah Anda sebagai pebisnis harus bisa beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan apa yang calon customer inginkan dan sukai.

“Action and adaptability create opportunity.”
Garrison Wynn

“All failure is failure to adapt, all success is successful adaptation.”
Max McKeown

“It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent. It is the one that is most adaptable to change.”
Charles Darwin

“When we allow ourselves to adapt to different situations, life is easier.”
Catherine Pulsifer

Ok, cukup bagi saya untuk menekankan betapa pentingnya beradaptasi dengan perubahan jaman, yaitu dengan cara bisnis Anda Go Online dan menerapkan Digital Funnel.

Dan hal ini harus Anda sadari dari sekarang agar bisnis Anda tumbuh pesat, serta tidak masuk ke dalam daftar bisnis yang gulung tikar karena tergerus online. Tapi justru sebaliknya, online memberikan angin segar dan peluang baru untuk pertumbuhan bisnis Anda.

Dalam Digital Marketing (sebagian orang lebih terbiasa dengan istilah Online Marketing atau Internet Marketing), banyak sekali aktivitas yang dilakukan; ada social media, iklan, SEO, video marketing, email, website, copywriting, graphic design, WhatsApp followup, dan lain sebagainya.

Dan semua aktivitas tersebut bermula dan berakhir di FUNNEL.

Funnel adalah sebuah pencerahan bagi saya, dan saya harap Anda pun demikian setelah membaca artikel ini. Dengan Funnel, maka:

  • Membuat rencana yang matang menjadi lebih mudah dan jelas
  • Eksekusi menjadi terarah
  • Ketika ada masalah maka dengan mudah bisa di-identitikasi
  • Ketika ingin scale up maka tahu bagian mana yang harus dioptimasi
  • Pengambilan keputusan menjadi lebih akurat
  • Serta segudang kebingunan dalam aktivitas Digital Marketing menjadi teratasi

Jika bicara funnel, biasanya lebih di-identik-kan dengan Marketing Funnel. Namun disini saya menyebutkan Digital Funnel, karena funnel sendiri ada beberapa jenis; marketing funnel, growth hacking funnel, dan sales funnel.

Jadi yang saya maksud dengan Digital Funnel adalah mencakup aktivitas pada 3 jenis funnel tersebut. Jadi…

Apa Itu Digital Funnel?

Adalah aktivitas dan tahapan-tahapan melalui media digital yang dilalui customer secara berurutan, mulai dari mengetahui sebuah produk sampai dengan melakukan pembelian, kemudian dilanjutkan dengan tahapan-tahapan membuat customer puas, customer melakukan repeat order, serta dengan senang hati memuji atau merekomendasikan produk tersebut ke orang lain.

02 Mentoring IMF: Artikel: Meningkatkan Profit dengan Marketing Funnel 5

Funnel = corong atau cerobong

Funnel adalah seperti customer journey​, artinya perjalanan yang customer lalui ketika berinteraksi dengan bisnis Anda.

Sampai sejauh mana perjalanan customer tersebut? Anda lah sebagai pemilik bisnis yang menentukan.

Namun tentu saja dalam menjalankan bisnis Anda harus punya panduan, dan Growth Hacking Funnel berikut adalah konsep funnel yang wajib Anda pahami dan eksekusi – bisnis apapun yang go digital/online.

Klik gambar untuk ukuran lebih besar.

Dan ternyata di dunia offline pun kita sering menjumpai penerapan funnel. Berikut beberapa contoh Sales Funnel di dunia offline. Di mini market misalnya, ketika Anda beli air minum, Anda juga ditawarin pulsa, snack, dan lain-lain.

Contoh lain, ketika Anda beli tiket bioskop, Anda juga ditawarin minuman, popcorn, dan lain-lain. Contoh lagi, ketika Anda menjadi nasabah sebuah bank, dengan kriteria track record tertentu biasanya pihak bank menawarkan asuransi, atau produk-produk lain. Serta masih banyak contoh lainnya yang bisa kita jumpai sehari-hari di dunia offline.

Dan berikut perbandingan sederhana contoh Marketing Funnel pada toko retail offline dan online.

TOKO RETAIL OFFLINE:

  1. Pergi ke toko
  2. Mencari dan mendapatkan produk
  3. Masukkan produk ke dalam keranjang belanja
  4. Ke kasir dan bayar

TOKO RETAIL ONLINE:

  1. Mengunjungi halaman website sebuah produk
  2. Baca-baca info produk
  3. Klik tombol pesan dan melakukan pemesanan
  4. Melakukan pembayaran

Coba Anda perhatikan lagi sejenak, bahwa contoh tahapan-tahapan diatas adalah berurutan, dan Anda yang merancang untuk dilalui calon customer Anda. Tidak mungkin kita ke kasir untuk bayar tapi tidak ada barang yang dibeli, dan kita tidak ditawarin popcorn jika belum memesan tiket bioskop.

Ternyata funnel ada dimana-mana, baik OFFLINE maupun ONLINE.

Tetapi sangat sedikit yang menyadari dan memahami konsep funnel ini. Sedikit sekali yang bisa memanfaatkan Digital Funnel untuk peningkatan profit dan pertumbuhan bisnis.

Padahal funnel di dunia digital (Digital Funnel) memberikan banyak sekali kemudahan dibandingkan offline funnel. Saya ambil sebuah contoh sederhana, di dunia digital Anda bisa dengan mudah mengetahui jumlah pengunjung website – instan hitungan detik. Sedangkan di dunia offline, bisa Anda bayangkan betapa sangat tidak mudahnya menghitung jumlah pengunjung toko offline.

Semoga bisa Anda pahami dan kebayang oleh Anda, betapa Digital Funnel adalah “golden way” untuk pertumbuhan bisnis Anda.

Dan untuk bisa eksekuasi Digital Funnel dengan sukses, ada 3 hal penting yang harus Anda pahami dan lakukan, yaitu:

1. Menentukan GOAL masing-masing tahapan Funnel,
2. Skenario YES & NO dan segmentasi,
3. Analisa statistik untuk OPTIMASI.

Yuk kita bahas 3 hal tersebut…

1. Menentukan GOAL masing-masing tahapan funnel

Disini Anda harus bisa berpikir funnel – think funnel!

Artinya tiap-tiap tahapan funnel memiliki goal spesifik yang harus Anda tentukan, pahami dan sadari. Saya ambil sedikit contoh, Anda menyebarkan brosur bukan untuk terjadi penjualan, tetapi untuk mengenalkan produk Anda.

Iklan Anda di Facebook bukan untuk terjadi penjualan, tetapi untuk menginformasikan penawaran Anda. Follow up leads yang order bukan untuk menjelaskan produk, tetapi untuk meyakinkan untuk terjadinya penjualan.

Ketika Anda paham dengan goal masing-masing tahapan, Anda bisa lebih jelas bertindak, lebih jelas pesan yang Anda sampaikan, serta terhindar dari kebingungan dalam aktivitas marketing.

2. Skenario YES & NO dan segmentasi

Tidak semua orang yang meng-klik iklan Anda akan melakukan order, tidak semua yang melakukan order akan bayar, dan tidak semua yang beli produk Anda akan beli lagi produk Anda yang lain.

Jenis-jenis tindakan tersebut adalah tindakan YES (iya) dan NO (tidak). Dan Anda harus buat skenario YES & NO. Artinya akan Anda apakan mereka yang bertindak YES, dan akan Anda apakan mereka yang bertindak NO.

Selanjutnya masih berhubungan dengan tindakan YES & NO adalah segmentasi. Artinya Anda harus mengelompokkan jenis-jenis tindakan mereka (audience Anda). Jangan Anda satukan mereka yang order, bayar, dan repeat order. Ingat segmentasi, masing-masing mereka harus Anda pisahkan ke dalam kelompok – JANGAN Anda campur!

3. Analisa statistik untuk OPTIMASI

Bagian ke-3 ini sangat powerful! Sayangnya masih banyak yang meremehkan dan tidak peduli. Padahal kegalauan yang terjadi adalah karena tidak paham statistik. Dan ketika tidak paham statistik, yang terjadi adalah bingung harus ngapain; tidak tahu cara optimasi, mau scale up bingung, tidak tahu masalahnya ada dimana, serta kebingungan lainnya.

Padahal di dunia online, kita bisa dengan mudah mengumpulkan statistik – bahkan sebagian besarnya bersifat OTOMATIS. Mulai dari jumlah yang klik iklan, jumlah pengunjung website, jumlah yang order, jumlah yang beli, jumlah yang melakukan repeat order, dan lain sebagainya.

Dan sekali lagi, Digital Funnel membuat eksekusi menjadi lebih mudah dan lebih cepat, serta lebih otomatis dibandingkan offline funnel… Yuk kita bahas sekarang, silakan simak video berikut.

Implementasi Digital Funnel

Klik gambar untuk ukuran lebih besar.

Tingkatkan Omset Berkali-kali Lipat dengan Digital Funnel

Mungkin ini adalah bahasan yang paling menarik di mata Anda. Yes it is, saya pun demikian!

Seberapa efektif dan efisien, seberapa besar untuk bisa meningkatkan omset, seberapa besar untuk bisa menekan biaya, seberapa predictable (bisa terprediksi dengan akurat), dan…

Seberapa Besar Pertumbuhan Bisnis dengan Digital Funnel?

Saya akan jawab dan bahas dengan menggunakan contoh funnel diatas. Namun sebelumnya, Anda harus pahami dulu tentang “Growth Formula” (Formula Pertumbuhan Bisnis).

Dari DigitalMarketer.com Certifications (Ryan Deiss) dengan topik Conversion Funnel Mastery, saya mendapati 4 bagian, yaitu Leads, Customers, Margin, Frequency. Peningkatan satu saja dari 4 bagian tersebut akan membuahkan Growth Potential.

Dan dari buku Lean Analytics (Alistair Croll and Benjamin Yoskovitz), saya mendapati 5 bagian sebagai berikut: More Stuff, More People, More Often, More Money, More Efficiently. 5 hal ini yang menjadi “tombol” untuk pertumbuhan sebuah bisnis.

Ok kita bahas satu-satu, mulai dari…

Leads, Customers, Margin, Frequency (LCMF)

LEADS (L) adalah prospek yang mengindikasikan ketertarikan dengan penawaran Anda dan mereka sudah masuk dalam database kontak Anda.

Misalnya rasio konversi Anda mendapatkan leads adalah 20%; dari 100 pengunjung Anda mendapatkan 20 leads. Dengan meningkatkan rasio konversi (conversion rates) leads ini, maka bisnis Anda bertumbuh pesat. Dari 20% menjaid 25%, 30%, atau bahkan menjadi 40%.

CUSTOMERS (C) adalah orang-orang yang sudah membeli produk Anda.

Hal ini berhubungan dengan rasio jumlah customer dengan jumlah leads. Misalnya dari 100 leads, ada 10 yang beli. Artinya rasio customer/leads Anda adalah 10%.

Dan cara untuk meningkatkan jumlah customers adalah dengan meningkatkan conversion rate customers/leads, dari 10% menjadi 15%, atau bahkan menjadi 20%. Bagaimana caranya meningkatkan conversion rate customers/leads? Akan saya bahas pada video dibawah, sekarang sabar dulu. Anda harus pahami basik atau pondasinya terlebih dahulu.

MARGIN (M) adalah nilai keuntungan produk Anda.

Cara meningkatkan margin adalah dengan melakukan salah satu dari cara berikut; menaikkan harga jual, atau menurunkan biaya produksi – atau jika Anda tidak memproduksi berarti menurunkan harga modal produk.

Taktik dan strateginya beragam, ada yang dengan cara nego harga ke suplier, ada yang dengan cara membeli bahan baku dengan jumlah besar supaya murah, efisiensi karyawan, dan lain sebagainya.

Terserah Anda mau pilih yang mana, dan pastinya Anda yang lebih paham harus menggunakan cara apa untuk meningkatkan margin, karena Anda yang lebih paham dengan produk Anda.

FREQUENCY (F) adalah seberapa sering customers Anda melakukan repeat order.

Bekal utama meningkatkan frequency adalah produk yang berkualitas sehingga customers puas, dan layanan Anda terhadap customers yang sangat baik sehingga customers puas.

Setelah bekal utama tersebut terpenuhi, selanjutnya taktik dan strategi bisa sangat fleksibel, diantara copywriting follow up, media follow up, serta melakukan analisis untuk optimasi.

Dan Ryan Deiss meng-ilustrasi-kan tentang potensi pertumbuhan bisnis dengan optimasi LCMF menjadi 2 kali lipat sebagai berikut:

2L x C x M x F = 2x Growth Potential

2L x 2C x M x F = 4x Growth Potential

2L x 2C x 2M x F = 8x Growth Potential

2L x 2C x 2M x 2F = 16x Growth Potential

Pada prakteknya di lapangan, peningkatan 2x lipat pada masing-masing bagian tersebut memang bukan perkara mudah. Tetapi peningkatan 1,1 atau 1,2 saja akan berdampak pada omset bisnis Anda. 

Dan ketika mulai melakukan optimasi bisnis dengan meningkatkan 4 bagian ini, tentu Anda bisa mulai dengan peningkatan sedikit demi sedikit. Anda akan ketemu pola, Anda akan belajar, Anda akan lebih cerdas, dan Anda akan bisa mengambil keputusan dengan lebih akurat. Yang akhirnya 16x growth potential bukan sesuatu yang mustahil.

Sekarang saya bahas tentang 5 tombol (knobs) yang diulas di buku Lean Analytics, yaitu…

More Stuff, More People, More Often, More Money, More Efficiently (SPOME)

MORE STUFF (S) artinya produk baru. Pada proses interaksi bisnis Anda dengan customers, akan dijumpai masukan dan saran dari customers, mereka ingin ini dan itu. Disinilah pentingnya…

Dengarkan suara customers Anda.

Dengarkan dan penuhi keinginan mereka, maka akan menjadi peluang baru untuk bisnis Anda. Misalnya Anda menjual suplemen menurunkan berat badan, saran atau keluhan customers Anda adalah ingin adanya komunitas yang diasuh oleh mentor ahli.

Dan ini adalah peluang produk atau layanan baru yang bisa Anda suguhkan dengan dikenakan biaya. Dan disini Anda menjual produk/layanan yang memang diinginkan market Anda, bukan sesuatu yang belum jelas apakah akan disukai market atau tidak.

MORE PEOPLE (P) artinya orang-orang baru yang tertarik dengan penawaran Anda, baik itu leads maupun customers. Taktik dan strategi nya sangat beragam, tergantung jenis bisnis Anda.

Anda bisa menjangkau calon customers baru dengan menjalankan channel marketing baru, misalnya sebelumnya hanya Facebook Ads, kini Anda mulai ke Google Ads dan SEO misalnya. Atau masih tetap di Facebook Ads tetapi dengan target audience yang lebih banyak dan beragam.

Dan satu hal yang sangat amat penting juga adalah “referral” (silakan cek lagi Growth Hacking Funnel diatas). Yang mana pertumbuhan leads dan customers adalah karena ajakan customers Anda yang puas dan senang dengan produk Anda.

MORE OFTEN (O) artinya sama dengan “frequency” seperti yang saya bahas sebelumnya – customers Anda balik lagi untuk melakukan repeat order.

MORE MONEY (M) bisa dengan produk baru seperti pada poin “more stuff” diatas, artinya terjadi aktivitas “sales funnel” – menawarkan produk Anda yang lainnya kepada customers. Dan juga dengan melakukan optimasi konversi, diantaranya meningkatkan ROAS (Return On Ad Spend), meningkatkan conversion rate pada penawaran Anda, serta meningkatkan conversion rate pada aktivitas follow up.

MORE EFFICIENTLY (E) artinya menurunkan biaya – biaya apa pun. Mulai dari biaya marketing, biaya produksi, dan lain sebagainya.

Anda jangan bingung dengan 2 jenis growth formula ini (LCMF dan SPOME), perbedaanya hanya terletak pada fokus dan sudut pandang. Bahkan mungkin diluar sana masih ada lagi jenis growth formula yang lain. Dua-duanya bisa Anda gunakan, dan akan sangat berdampak dan bermanfaat untuk pertumbuhan bisnis Anda.

Sekarang silakan simak video berikut dan temukan bagaimana Growth Formula ini di-implementasi-kan ke dalam Digital Funnel.

Growth Formula di Dalam Digital Funnel

Akhir kata, silahkan SHARE artikel ini dengan meng-klik tombol share dibawah. Karena berbagi manfaat itu indah dan mendatangkan pahala, dan teman-teman Anda akan menghargai yang Anda lakukan.

Dan jika yang saya share ini terasa berat bagi Anda, atau Anda bingung harus memulai dari mana, atau Anda tidak punya waktu memikirkan sendirian, atau Anda butuh konsultan untuk membantu Anda implementasi Digital Funnel Conversions ini untuk pertumbuhan bisnis Anda…

Maka saya mengundang Anda untuk menjadi klien saya, agar saya bisa membantu Anda untuk implementasi Digital Funnel untuk bisnis Anda. Bahkan saya akan buatkan Custom Digital Funnel Blueprint yang sesuai dengan bisnis Anda secara GRATIS walaupun Anda tidak/belum menjadi klien.

Silakan KLIK tombol berikut untuk info detail:

Sukses selalu untuk Anda,

02 Mentoring IMF: Artikel: Meningkatkan Profit dengan Marketing Funnel 8

Tantan Hilyatana