retargeting

Awalnya artikel ini adalah note saya di fanpage @tantanmedia.

Dan tehnik ini digunakan oleh para FB ads expert seperti Jon Loomer. Salah satunya pada experiment retargeting nya.

Dia membagi 3 jenis content, yaitu FB ads beginner, intermediate, dan expert. Kemudian dia melakukan survey ke orang-orang yang melihat iklannya, supaya mereka melakukan vote skill level apa FB ads mereka; beginner, intermediate, atau expert.

Nah, setelah audience melakukan vote, maka Jon akan mendistribusikan content iklan yang sesuai dengan level skill audience, apakah itu beginner, intermediate, atau expert.

Tujuan utama melakukan hal seperti ini adalah supaya para audience mendapatkan content yang sesuai dengan level skill mereka. Yang vote expert, tentu kalau dikasi content level beginner akan menjadi tidak relevan dan membosankan.

Jadi yang vote expert maka akan disuguhkan content expert, yang vote intermedia akan disuguhkan content intermediate pula, begitu juga dengan yang vote level beginner.

1 Juta Dollar Digital Product Launch

Tehnik ini juga yang dilakukan Wilco – seorang product launcher – ketika dia mempromosikan JV page nya… yang product launchnya menghasilkan 1,3 juta Dollar.

Ada beberapa video di JV pagenya yang dia ingin untuk dilihat para potensial JV dan affiliate. Nah, bagi yang sudah pernah melihat video pertama, Wilco suguhkan (mengiklankan) video kedua. Dan bagi yang sudah melihat video content pertama, dia tidak lagi mengiklankan video pertama ke orang-orang yang sudah pernah lihat video pertama… dst.

Walaupun bebas dan sah-sah saja mengiklan hal yang sama ke orang yang pernah lihat. Tapi konteks nya bukan begitu pada kasus retargeting berseri ini. Tujuannya adalah untuk memberikan content yang relevan secara berseri.

Hal semacam ini juga dilakukan Brian Moran waktu dia me-launching productnya “The Fan Page Funnel”, yang berhasil generate 1 Juta Dollar lebih atau tepatnya $1,180,151.

Brian melakukan retargeting fb ads pada Video Pre-Launch Content (PLC) nya. Disaat mengiklankan halaman video #1, dia mengecualikan (exclude) iklan FB nya pada orang yang pernah mengunjungi halaman video #1… dan seterusnya.

Kebetulan saya sendiri pernah melakukan hal semacam ini ketika mempromosikan artikel seri saya. Yang bertujuan untuk menawarkan Workshop 2 hari Product Launch Mastery batch #1. Tapi untuk mempromosikan workshop Product Launch Mastery batch #2 dan #3 kebetulan saya tidak menggunakan model ads berseri.

Setiap iklan saling nyambung, melakukan followup supaya audience melakukan tahap-tahap berikutnya.

Content iklannya kira-kira mirip seperti ini:

“Ok, sekarang Anda sudah melihat CONTENT#1, bla bla bla… Saatnya lanjut ke CONTENT#2 bla bla bla…”

Be creative..! Kasi bumbu copywriting dan pastikan ada kalimat penghubung antar tiap iklan.

Custom Audiences

Nah, model retargeting tersebut bisa Anda lakukan dengan fitur Custom Audiences di FB ads. Anda bisa include dan exclude Custom Audiences tertentu. Tentu saja terlebih dahulu Anda sudah membuat custom audiences.

Exclude (mengecualikan) iklan content #1 untuk orang yang sudah pernah lihat content #1… Iklankan content #2 ke orang-orang yang belum lihat content #2, dan exclude audience yang pernah lihat content #2… dan seterusnya.

“Personalized Message = Higher Conversions”

Artinya kita memberikan content ke orang-orang yang relevan dan tertarget banget dengan iklan kita. Yang tentu saja akan sangat meningkatkan konversi.

Apa Hubungannya dengan Storytelling?

Silahkan baca article What is Storytelling.

Storytelling itu interactive

Satu kesamaan, yaitu memberikan content berseri yang menarik dan interaktif, yang tiap content saling nyambung dan berhubungan.

Model storytelling dapat menyuguhkan content dengan cantik, rapi dan terstruktur… bagaimana tiap seri content saling nyambung dan berhubungan.

Pada content berseri terdapat open-loop, open-ended, cliffhanger, dan anticipation.

Glossary

PLC atau Pre-Launch Content adalah content yang dibuat dan dipromosikan sebelum tanggal launch product (biasanya 7-10 hari sebelum launch). Dengan tujuan membangun buzz (keramaian), social proof, dan antisipasi. Content PLC umumnya terdiri dari 3 videos yang diberikan secara berkala (misal: selang 2 hari untuk tiap content). Tapi contentnya tidak harus dalam bentuk video, bisa juga text. Yang penting isinya harus memberikan value yang besar (edukasi, studi kasus, inspirasi, motivasi, menarik, dll).

Facebook Comments