Ingin Otomatisasi Marketing?

Otomatisasi adalah topik yang paling saya suka… Coba Anda bayangkan bisa melakukan otomatisasi pada hal-hal berikut:

  • Kirim content relevan ke audience yang tepat secara otomatis
  • Pengelompokkan jenis database kontak (leads, customers) secara otomatis
  • Merima orders secara otomatis
  • Verifikasi pembayaran secara otomatis
  • Melakukan followup secara otomatis
  • Bahkan menjawab pertanyaan customers secara otomatis
  • Dan masih banyak lagi… Apa yang ingin Anda otomatiskan dalam proses marketing Anda?

Teknologi mampu melakukan itu semua… Bukankah teknologi bertujuan membuat hidup kita lebih mudah?

Ok, tidak semuanya akan saya bahas…

Sekarang saya akan bahas tentang Marketing Automation, adalah aktivitas marketing yang memanfaatkan banyak channel (multiple channels) secara efektif dan otomatisasi aktivitas berulang. Serta secara otomatis mampu merespon berdasarkan prilaku audience.

Untuk menjalankan Marketing Automation, tentu saja Anda harus menggunakan tools atau software, serta pengetahuan atau strategi implementasi Marketing Automation. Yuk kita bahas…

Ada 3 step/tahap dalam campaign Marketing Automation, yaitu Trigger, Action, Filter.

Trigger

Adalah pemicu awal seseorang masuk dalam sebuah campaign automation. Setiap database kontak pasti melewati tahap trigger ini. Misalnya seseorang order produk Anda, seseorang daftar newsletter Anda, dan lain sebagainya.

Action

Adalah tindakan atau respon yang Anda lakukan terhadap orang-orang yang melewati trigger. Misalnya Anda tandai dengan tag atau label, Anda beri tag Sepatu Kulit untuk yang order Sepatu Kulit. Contoh Action lagi misalnya Anda kirimkan email untuk yang order produk Anda.

Filter

Adalah proses menyaring atau pengecekkan terlebih dahulu sebelum melakukan Action. Misalnya jeda 1 hari sebelum mengeksekusi Action selanjutnya, pengecekan apakah database kontak sudah buka email sebelumnya, pengecekan apakah mengunjungi sebuah halaman, dan lain sebagainya.

Dan kemampuan Trigger Action Filter tersebut tergantung dari software yang Anda gunakan. Berikut contoh tampilan campaign Marketing Automation software Encharge yang saya gunakan.

Encharge Marketing Automation Flows

Jika dibuatkan kalimat cerita, Marketing Automation adalah seperti berikut…

Saya ingin melakukan followup email otomatis ke orang-orang yang order produk saya, yaitu Sepatu Kulit. Mereka akan saya tandai dengan tag “Sepatu Kulit – Order”. Saya akan buat 3 content followup, masing-masing content terkirim setiap hari.

Dan jika lebih dari 7 hari tidak melakukan pembayaran, maka akan saya tawarkan produk lainnya yaitu Tas Kulit.

Dan untuk customer Sepatu Kulit (mereka yang sudah bayar), akan saya tandai dengan tag “Sepatu Kulit” dan saya hilangkan tag “Sepatu Kulit – Order”. Supaya tidak tercampur mana yang order saja tapi tidak bayar, dan mana yang sudah bayar.

Untuk customer Sepatu Kulit saya akan kirimkan content edukasi tentang cara perawatan sepatu tersebut, 2 content cukup. Dan setelah 14 hari saya akan tawarkan produk lain, yaitu Tas Kulit.

Dari cerita tersebut diatas, yang terjadi adalah:

  1. Segmentation. Pengelompokkan jenis database contact secara otomatis. Leads atau yang melakukan orders tapi belum/tidak bayar, tidak dicampur dengan yang sudah bayar (customers).
  2. Mengirimkan content relevan ke contact yang tepat secara otomatis. Artinya followup untuk supaya melakukan pembayaran tidak dikirimkan ke customers (sudah bayar), tapi hanya diterima oleh mereka yang belum bayar.
  3. Customer mendapatkan content khusus untuk mereka, yaitu edukasi cara perawatan sepatu dan dilanjutkan dengan menawarkan produk lainnya setelah 14 hari.
  4. Leads atau yang belum bayar, ditawarkan produk lain setelah 7 hari belum bayar.

Dan itu hanya sedikit kemampuan Marketing Automation, Anda bisa melakukan lebih banyak lagi dan tanpa batas. Jika ada ide baru, Anda bisa tambahkan dalam flow automation Anda.

Yuk kita lanjutkan…

Marketing Automation akan membuat proses marketing Anda berjalan otomatis dan lebih efisien dan efektif. Dan disaat yang bersamaan akan memberikan hasil yang lebih baik – meningkatkan sales, meningkatkan kualitas content, meningkatkan kepercayaan dan interaksi.

  • Sebelumnya menduga-duga apakah prospek memang serius mau beli atau tidak. Dengan Marketing Automation Anda bisa mengetahui interaksi/respon prospek terhadap content atau penawaran Anda. Sehingga Anda bisa menyampaikan content yang relevan ke audience yang tepat.
  • Sebelumnya tidak ada proses filter untuk ke tahap funnel berikutnya. Dengan Marketing Automation Anda bisa memfilter berdasarkan kesiapan/interaksi/respon prospek, sehingga Anda bisa menawarkan produk yang relevan disaat yang tepat.

Berikut premium course dengan DISKON spesial untuk Anda.

[hfe_template id='1939']

Course pendukung:

Sampai ketemu di members area,

[hfe_template id='1785']