Ingin Menjual Lebih Banyak ke Customer Anda?

Ini adalah idaman semua pelaku e-commerce, terjadinya repeat buyer atau repeat customer. Mereka yang pernah beli sekali produk Anda, membeli lagi dan lagi produk Anda.

Jika di industry software SaaS ada namanya Churn Rate, artinya jumlah persentasi customers yang berhenti menggunakan sebuah software. Atau kebalikan dari retention rate. Artinya retention rate adalah repeat customer itu sendiri.

Awal bulan atau Anda mulai menghitung jumlah customer, misalnya ada 200 customers. Dan di akhir bulan Anda punya total 100 customers. Dan dari 100 tersebut, 50 orang adalah customer baru.

[ ( 100 – 50 ) / 200 ] x 100 = 25.00%

Retention rate: 25.00%

Contoh lain, awal bulan atau Anda mulai menghitung jumlah customer, misalnya ada 70 customers. Dan di akhir bulan Anda punya total 100 customers. Dan dari 100 tersebut, 40 orang adalah customer baru.

[ ( 100 – 40 ) / 70 ] x 100 = 85.71%

Retention rate: 85.71%

Jadi rumus menghitung retention rate adalah sebagai berikut:

[ ( jumlah customer pada rentang waktu – customer baru ) / jumlah awal customer ] x 100

[ ( Existing at the given period – New customers ) / initial number ] x 100

Maksud dari yang saya sampaikan diatas adalah Anda ingin meningkatkan repeat customer, tetapi kalau gak tahu datanya, gak bisa menghitung berapa jumlah dan persentasi customer repeat… Bagaimana mungkin?

Jadi Anda harus tahu data repeat customer Anda, sehingga Anda tahu efektivitas dan performa meningkatkan repeat customer yang Anda lakukan.

5 cara untuk meningkatkan repeat customer

Customer Account

Artinya customer Anda memiliki akun pada toko online Anda. Sehingga setiap data order, detail order, status shipping dan lain sebagainya bisa langsung dilihat customer di akun mereka masing-masing.

Dan ini akan mempermudah dan mempercepat proses order berikutnya, karena para customer tidak perlu lagi mengisi data mereka.

Personalization

Misalnya dengan sapaan nama, bahasa dengan sentuhan personal dan bersahabat – bukan bahasa formalitas script hapalan.

Kemudian respon yang relevan dengan aktivitas customer serta timing yang tepat dengan aktivitas mereka.

Customer Account akan mempermudah proses personalization ini. Misalnya di akun customer Anda bisa menunjukkan produk yang relevan dengan produk yang pernah mereka beli.

Seamless Ordering

Artinya proses order/pemesanan yang mulus, lancar, cepat, dan tidak banyak hambatan…

Anda bisa memilih form isian yang hanya menampilkan input yang penting saja. Misalnya jika sekarang terdapat 5 input isian, coba Anda cek lagi. Mungkin 3 saja sudah cukup.

Atau ketika proses validasi, buatlah instant. Jangan ada proses loading dan membuat customer harus mengisi lagi form isian dari awal.

Customer Account akan mempermudah proses ini, karena data mereka sudah ada dan otomatis terisi. Tidak perlu ngetik apa pun, tinggal klak-klik saja beli produk Anda.

Interact

Artinya berinteraksi dengan cara menjawab semua pertanyaan pada setiap platform yang Anda gunakan (email, social media, WhatsApp, Telegram, atau apa pun yang Anda gunakan).

Harap dicatat, pilih channel komunikasi terbaik untuk customers Anda yang bisa Anda tangani. Dan pahami bahwa customers ingin ditangani dengan cepat dan menyelesaikan masalah mereka. Sehingga jawaban Anda adalah yang menyelesaikan masalah, bukan yang membingungkan atau tidak menyelesaikan masalah.

Engage

Jika “Interact” Anda merespon atau menjawab pertanyaan yang memberikan solusi (inisiatif atau trigger awal dari customer), sedangkan “Engage” adalah Anda menyuguhkan content yang meng-edukasi dan menghibur. Artinya yang memulai adalah Anda, bukan customer.

  • Buat content/communication calendar.
  • Gunakan semua channel yang Anda gunakan, mulai dari social media, email, blogs, WhatsApp, dan lain sebagainya.
  • Content yang menghibur, menginspirasi, memotivasi, mengedukasi. Dan manfaatkan trend ketika Anda membuat content.

Yuk kita lanjutkan…

Biaya akuisisi customer baru (marketing) NAIK drastis setiap tahun…

Tidak hanya biaya marketing, biaya lain pun ikut naik; biaya operasional, biaya gaji karyawan, overhead, dan lain sebagainya. Dan ini pasti terjadi!

Dengan demikian Anda tidak bisa hanya mengandalkan customer baru untuk menghasilkan omset, Anda harus melirik customer Anda sekarang dengan serius. Artinya optimasi aktivitas marketing Anda supaya terjadi pembelian oleh customer lama atau customer yang ada sekarang.

Bukankah Anda tidak perlu mengeluarkan biaya marketing lagi (biaya iklan) untuk menawarkan produk ke customer yang ada sekarang?

Berikut premium course dengan DISKON spesial untuk Anda.

Adalah seperti “snowball effect”, ketika Anda mulai melakukan optimasi repeat customer, efeknya akan berkelanjutan dengan sendirinya dan membesar.

[hfe_template id='1939']

Sampai ketemu di members area,

[hfe_template id='1785']