affiliate marketing

Affiliate marketing menjadi salah satu profesi primadona. Bagaimana tidak, kita tinggal promosi saja kemudian dapat komisi untuk setiap penjualan yang kita bawa (CPS: Cost Per Sale).

Ada yang dapat jutaan Rupiah, puluhan bahkan ratusan juga… bahkan ada juga yang dapat milyaran hanya dengan menjadi affiliate marketer.

Tidak perlu bikin produk, tidak perlu ngurusin customer support, tidak perlu maintenance dan update produk, dan lain sebagainya.

Benar-benar freedom… bebas dan tidak banyak tanggung jawabnya 🙂

Jika saya ditanya cara apa yang paling “mudah” untuk mendapatkan income secara online, maka saya biasa menjawab affiliate marketing.

Tapi ingat, tidak asal promo yah, harus yang tertarget.

Ada dua informasi utama yang harus Anda sajikan disaat mempromosikan sebuah produk sebagai affiliate.

Pertama, manfaat produk. Kedua, produk detail.

Manfaat Produk

Manfaat produk mencakup:

  • Apa yang bisa dicapai jika users menggunakan produk yang Anda promosikan. Misalnya: lebih cepat dan mudah bikin website.
  • Masalah apa yang terpecahkan dengan menggunakannya. Misalnya: tidak perlu lagi bayar mahal untuk membuat website.

Dan tentu Anda harus mempelajari produk yang Anda promosikan, bisa dari JV pagenya, sales page, dan informasi dari vendor langsung (bisa langsung menanyakan ke vendor – pembuat produk).

Produk Detail

Produk detail juga harus Anda sampaikan ke audience Anda. Mereka ingin tahu cara kerjanya, demonya, contohnya, fitur-fiturnya, dan lain sebagainya. Dan Anda bisa mempelajari produk detail dari JV pagenya, sales page, dan informasi dari vendor langsung (bisa langsung menanyakan ke vendor – pembuat produk).

Nah, misal Anda sudah mendapatkan info produk dan mempelajarinya. Selanjutnya adalah membuat wadah agar pesan yang ingin Anda sampaikan (manfaat dan produk detail) kena atau nyampe ke audience.

Yaitu dengan membuat presale page atau bonus page.

Kenapa ini Anda lakukan? Untuk mengkondisikan audience agar siap dan mau membeli produk yang Anda promosikan. Mereka tahu detail produk, tahu manfaatnya… kemudian ya tinggal beli jika memang produk tersebut cocok untuk mereka.

Presale Page dan Bonus Page

Supaya Anda tidak bingung perbedaan kedua istilah tersebut, saya coba buat simpel.

Kedua-duanya sama-sama merupakan sebuah web page yang visitors lihat sebelum mengunjungi official sales page produk yang Anda promosikan. Ok, paham yah?!

Sekali lagi, Anda melakukan ini supaya pengunjung tahu detail produk, tahu manfaatnya… kemudian ya tinggal beli jika memang produk tersebut cocok untuk mereka.

Intinya Anda mengedukasi market dengan cara yang singkat, yaitu melalui presale page tersebut.

Jika Anda tidak bisa membuat presale page, Anda bisa minta ke vendor untuk buatkan. Vendor yang baik harus mau membuatkan presale page untuk para affiliatenya 🙂

Sekarang kita bahas tentang presale page, apa saja content yang harus dimuat… yaitu:

  • Headline
  • Subheadline
  • Video demo
  • Produk detail secara singkat – cukup singkat saja, karena yang lebih lengkap sudah ada di official sales page produk yang Anda promosikan.
  • Bonus list
  • Button ke official sales page (affiliate link Anda)
  • Signature Anda sebagai affiliate

Dengan membuat presale page, Anda lebih punya kontrol terhadap landing page Anda. Anda bisa masukan pixel untuk retargeting, Anda bisa nambahin bonus unik Anda, beriklan lebih leluasa, dan lain sebagainya.

Datangkan Traffic

Untuk mendatangkan traffic, ini terserah Anda. Apakah lewat iklan, email marketing, SEO, YouTube, dan lain sebagainya.

Ada yang bilang bahwa affiliate marketer harus memiliki skill mendatangkan traffic lebih baik dari vendor itu sendiri. Saya setuju, karena memang begitulah kerjaannya affiliate, yaitu mendatangkan traffic.

Jadi, urusan traffic Anda lebih tahu. Dan tugas vendor adalah memastikan bahwa produknya bagus, high-quality, customer support lancar, serta convert.

Produk yang Layak Dipromosikan

Berikut kriteria produk yang layak Anda promosikan:

  • Produk bagus – bahkan jika ada produk yang luar biasa bagus dan keren, maka sangat layak Anda promosikan.
  • Sale copy yang nampol – yang artinya convert. Lihat sales page preview produk, apakah bakal convert atau nggak jika Anda promote.
  • Customer support yang lancar dan mantap – apakah si vendor ada bermasalah dengan customer support, tidak melayani customernya dengan baik misalnya, customer ditelantarkan, dan lain sebagainya. Namun untuk launch pertama, tentu saja tidak ada track record customer support. Dari 2 data (produk bagus dan sales copy yang convert) diatas saja, Anda sudah bisa memutuskan untuk mempromosikan sebuah produk.
  • EPC gede – artinya diatas rata-rata market. Kalau di sebuah marketplace rata-rata EPC nya Rp 1.000, kemudian Anda melihat produk dengan EPC Rp 5.000, maka yang EPC gede tersebut sangat layak Anda pertimbangkan untuk dipromosikan dengan sekuat tenaga. Namun kalau baru launch, data EPC sebuah produk mungkin belum kelihatan, jadi opsi ini adalah opsi terakhir dan tidak wajib. Karena 3 data (produk bagus, sales copy, support) sudah sangat kuat menandakan sebuah produk layak dipromosikan atau tidak.

Opsi selanjutnya adalah tergantung jenis audience Anda, strategi marketing Anda, dan lain-lain. Bisa saja sebuah produk memenuhi kriteria diatas tapi tidak cocok dengan audience Anda, serta alasan lainnya.

Tips Affiliate Marketing

Nah, Anda sudah tahu yang harus dilakukan. Tapi akan saya rekap lagi, berikut tips affiliate marketing agar konversi maksimal.

Tips #1: Buat presale “bonus” page. Siapa sich yang tidak suka bonus, apalagi bonus-bonus yang relevan dan mendukung produk yang dipromosikan. Bisa dipastikan konversi Anda akan lebih bagus lagi jika menambahkan bonus dalam penawaran Anda. Dan ini sudah terbukti ampuh digunakan para super affiliate.

Tips #2: Pemanasan. Untuk sebuah launch produk, baiknya Anda mulai promo sebelum produk tersebut rilis. Satu sampai tiga hari sebelum launch. Untuk mengedukasi market, bahwa produk A akan rilis tanggal sekian, ini loh fitur-fiturnya, manfaatnya, dan lain sebagainya. Dan yang Anda promosikan adalah presale page Anda.

Tips #3: Followup. Untuk yang punya list email, Anda bisa kirim email lagi ke mereka yang not open. Anda juga bisa kirim email lagi ke seluruh list tapi dengan angle content yang berbeda. Bagi yang menggunakan paid traffic, Anda bisa melakukan retargeting. Dan sebaiknya juga gunakan angle content yang beda di iklan Anda.

Tips #4: Scarcity & Urgency. Yaitu kelangkaan dan keadaan mendesak. Buat angle content yang menyatakan kenapa mereka harus beli sekarang. Misal, beli sekarang atau tidak kebagian, beli sekarang sebelum harga naik, dan lain sebagainya.

Tips #5: Video review pada presale “bonus” page. Sebaiknya Anda buat video review Anda sendiri, agar kesan personal lebih kental. Video review bisa berisikan: demo produk, opini Anda, atau penjelasan produk. Jika tidak bisa atau tidak mau bikin video review sendiri, Anda bisa minta ke vendor untuk kirimkan video yang bisa digunakan di presale page Anda. Vendor yang baik harus mau ngasi permintaan affiliate nya tersebut.

Tips #6: Angle content yang beda-beda. Seperti yang disebutkan pada point ke #3, angle content yang beda sangat powerful disaat Anda melakukan followup. Diantaranya kirim email lagi, retargeting ads, dan lain-lain.

Tips #7: Be competitive. Pada product launch, biasanya ada JV contest. Manfaatkan moment ini untuk lebih mengasah skill affiliate marketing Anda dengan minimal menjadi top 10 affiliate, apalagi bisa masuk top 3 malah lebih bagus. Serta manfaatkan momen closing day, yaitu 1-3 hari sebelum penawaran ditutup atau harga naik. Momen ini biasanya konversi sangat bagus, bahkan lebih bagus dari hari pertama dan kedua.

Glossary

Affiliate marketing – mirip seperti broker atau perantara, atau referral. Si A punya produk, dan si B memprosikan produk si A dengan imbalan komisi jika terjadi sales darinya.

CPS – adalah Cost Per Sale. Salah satu jenis komisi affiliate. Karena affiliate marketing tidak hanya CPS, ada juga CPL (Cost Per Lead), CPA (Cost Per Action), dan lain sebagainya. Namun yang lebih umum yang komisinya gede-gede adalah CPS.

EPC – adalah Earning Per Click. Adalah indikasi kalau produk tersebut konversinya bagus. Semakin besar EPC maka semakin bagus dan convert, serta layak untuk Anda promosikan karena sangat menguntungkan. Rumus EPC adalah nominal sales dalam uang dibagi views. Misal 1 sale bernilai Rp 500.000, kemudian views 100 dan mendatangkan 1 sales. Jadi 500.000 dibagi 100 = Rp 5.000.

Kalau dari 100 views mendatangkan 2 sales (senilai Rp 1.000.000), maka EPC produk tersebut adalah Rp 10.000. Paham yah?! 🙂 Artinya Anda gak mau dunk mempromosikan produk yang rata-rata views 1000 misalnya, tapi hanya mendatangkan 1 sale. Cape dan tekor kalau Anda promosi menggunakan iklan berbayar. Lebih gampang dan menguntungkan menjual produk yang hanya 100 views tapi bisa mendatangkan 20 sales misalnya. Traffic sedikit tapi sales banyak.

Dan EPC ini adalah rata-rata nilai semua affiliate, jadi bukan per individu affiliate. Kalau Anda mendatangkan traffic sampah misalnya, bisa jadi dari 1000 views Anda tidak menghasilkan satu sale pun. Dan EPC ini bisa Anda lihat di marketplace. Di idaff misalnya, ada data EPC untuk tiap produk (cek marketplace idaff).

OK…

Selama karir saya sebagai affiliate marketer, memang cukup lumayan. So, harapan saya Anda juga dapat merasakan income yang “lumayan” tersebut 🙂

Berikut stats affiliate saya di salah satu marketplace pada salah satu akun saya… 110.076 visitors, 5.316 sales, dan profit $102,756.17. Kalau kurs Dollar Rupiah sama dengan 13.000, maka sama dengan profit 1,3M Rupiah.

affiliate stats - Tantan Hilyatana

Sekarang Anda sudah paham bagaimana mempromosikan produk sebagai affiliate, agar Anda mendapatkan hasil maksimal dari promosi Anda. Selanjutnya tinggal persiapkan strategi marketing Anda, dan take action.

Facebook Comments