Cara Menentukan Biaya "Ideal" Untuk Iklan

Bagi Anda yang melakukan marketing online lewat jalur berbayar (lewat iklan), pasti sering mempertanyakan “Berapa sich biaya ideal yang harus dikeluarkan?”.

Dengan mengetahui angka ideal, sehingga Anda tidak berlebihan atau terlalu sedikit kalau mengeluarkan biaya untuk iklan.

Dan bagi Anda yang belum terjun di online advertising, sebaiknya Anda mulai belajar. Karena pengeluaran untuk biaya iklan/promosi bukanlah pengeluaran, tetapi investasi!

Misalnya Anda mengeluarkan biaya iklan Rp 5.000.000, kemudian menghasilkan Rp 20.000.000. Kelihatan khan? Bahwa iklan bukanlah pengeluaran, tetapi investasi. Uang Rp 5 juta untuk ditukar dengan Rp 20 juta. Siapa yang tidak mau?! Semua orang pasti mau, setuju?!

Mindset selanjutnya adalah “Jangan pelit mengeluarkan uang untuk customer acquisition”.

Apa itu customer acquisition?

Sederhananya, customer acquisition adalah proses mendapatkan customer baru.

Dan sekarang kita masuk ke proses hitungan cara menentukan biaya ideal untuk iklan…

Misal Anda mendapatkan 1000 leads, dari 1000 leads tersebut Anda menghasilkan Rp 50 juta.

Dari data tersebut, Anda akan menemukan data “Magic Metric” atau “Unique Metric” CPA (Cost Per Acquisition) untuk lead.

Jadi, CPA Anda adalah Rp 50 juta dibagi 1000 leads = Rp 50.000

Artinya Anda mampu bayar Rp 50.000 untuk setiap satu lead. Jika biaya iklan per lead dibawah Rp 50.000, berarti aman.

Ini yang saya maksud dengan “jangan pelit”, Anda masih dalam posisi “profit” jika CPA Anda masih tidak melebihi Rp 50.000.

Sekarang Anda sudah dapat formulanya… Sehingga Anda tidak bingung, berapa sich biaya ideal per lead.

Dan ingat, biaya ideal tergantung bisnis nya seperti apa. Masing-masing bisnis beda-beda angka “Magic Metric” atau “Unique Metric” nya.

“Online advertising is not a cheap game”

So, jangan PELIT, jadilah royal! ?

“Mindset” yang mengatakan “hemat pangkal kaya” dan “rajinlah menabung” adalah SALAH.

Stop menabung, STOP berhemat… jangan simpan uang lama-lama. Tetapi keluarkan untuk pertumbuhan bisnis Anda.

Gunakan uang dari penjualan untuk langsung di-invest ke iklan. Anda invest di iklan ratusan juta atau milyaran Rupiah per bulan pun bukan masalah, karena uangnya dari hasil penjualan produk Anda.

Lalu bagaimana dengan profit bisnis jika “semua” keuntungan untuk biaya akuisisi?

Karena Anda sudah memiliki leads, artinya Anda memiliki asset. Yang bisa Anda tawarkan produk lain kapan pun Anda mau.

Analoginya seperti Anda beli properti seharga Rp 50 juta. Kemudian Anda sewakan bulan ini juga seharga Rp 25 juta, bulan depan Rp 25 juta.

Anda dapat asset properti, duit Anda balik Rp 50 juta setelah 2 bulan. Setelah itu Anda bisa mendapatkan profit lagi tanpa mengeluarkan biaya akuisisi.

  • Asset Anda: leads/properti.
  • Profit Anda: setiap penjualan dari leads (asset) Anda.
  • Karena sudah memiliki assets, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk mendapatkan profit.

Tetapi bukan berarti Anda berhenti mendapatkan customer baru. Karena traffic baru (cold traffic) adalah “the NEW blood of your business”.

Ingat, “Who can spend the most money to acquire a customer, wins.” Siapa yang menghabiskan uang paling banyak untuk akuisisi customer, maka akan menang.

  • Jangan pelit mengeluarkan biaya untuk customer acquisition
  • Anda pebisnis? Harus bisa ngitung ? dan pahami data metric bisnis Anda
  • Bangun asset!
  • Uang dari bisnis bukan untuk konsumsi pribadi Anda, gunakan seperlunya saja. Tapi untuk scale up bisnis, gunakan sebagian besar uang Anda untuk diputar kembali pada bisnis Anda.

Saya juga ingin share sebuah insight mantap. Walaupun tidak berhubungan dengan online advertising, tetapi sangat berhubungan dengan mindset “jangan pelit”.

Adalah seorang pemilik sebuah cafe di Bandung, bahwa beliau:

1. Beli bahan baku dengan harga lebih mahal diatas rata-rata

Lagi-lagi ini adalah rumus jangan pelit…

Supaya si suplier loyal. Jika suplier loyal dan selalu bisa memenuhi kebutuhan bahan produksi si pemilik cafe, maka untuk scale up pun menjadi lebih mudah.

Ingat, urusan produk fisik… kapasitas produksi sangat krusial untuk bisa scale up atau tidak.

Dengan membeli lebih mahal, akan didoakan oleh para suplier supaya pemilik cafe tidak bangkrut dan bisnisnya makin sukses.

2. Sebagian profit digunakan untuk memberdayakan anak yatim

Lagi-lagi ini adalah rumus jangan pelit… jangan pelit untuk berbagi!

Karena uang untuk diputar lagi, untuk menebarkan manfaat; dibagi-bagikan ke orang-orang yang membutuhkan.

Hidup di dunia sangat singkat, hanya jembatan ke kehidupan akhirat. Membangun istana bukan di jembatan, tetapi di tempat tujuan.

Silahkan, Anda boleh SHARE artikel ini! Semoga bermanfaat ?

P.S. Join channel Telegram @tantanhilyatana untuk mendapatkan tips & strategy bisnis online lainnya: tantanhilyatana.com/channel-telegram/